1381774_10201873858488313_7862644297187823091_nManusia diciptakan Allah dalam rangka agar senantiasa menyembah kepadaNya. Selanjutnya di tempatkan di atas bumi untuk memakmurkannya agar menjadi ladang amal kebaikan atau malah sebaliknya justru lupa akan tujuan penciptaannya dengan konsekuensi masing – masing. Amanah yang besar ini tentu harus dapat dilaksanakan dengan baik agar memberikan kesudahan yang baik kelak di akhirat. Oleh karena besar dan beratnya amanah yang harus diemban maka tentu manusia harus mendapat pemahaman yang utuh mengenai hakikat kehidupan ini agar melahirkan kebahagiaan. Dari sinilah diperlukan pendidikan yang mampu mengarahkan manusia pada pemahaman yang utuh tadi. Demikianlah konsep pendidikan yang ada dalam islam, bahwa semua pengetahuan yang ada mengarah kepada pembuktian akan adanya Tuhan yang menciptakan alam raya dan satu – satunya yang patut untuk disembah. Alam semesta ini diciptakan oleh pencipta yang satu yang oleh karenanya maka dalam mengelola alam raya ini harus sesuai dengan petunjukNya agar benar – benar membawa kemanfaatan (keberkahan) bagi manusia.

Pendidikan menjadi nilai universal, diakui sebagai kebutuhan dasar setiap manusia agar mereka dapat mengelola alam raya ini. Karena diakui dan diyakini menjadi kebutuhan dasar manusia maka hal ini menjadi salah satu hak dasar yang harus dipenuhi dan dituntut agar dapat diperoleh dengan baik, tanpa pandang bulu, baik laki – laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, putih atau hitam. Lantas siapa yang paling bertanggung jawab dalam hal pemenuhan hak dasar tersebut ? dalam konsep Islam tentu saja yang paling pertama dan utama yang bertanggung jawab adalah orang tua. Setiap orang tua memiliki kewajiban asasi mendidik putra – putrinya agar mengenal Tuhannya, bagaimana menyembahNya, bagaimana menggapai keridhoaNnya. Dalam kehidupan yang ada struktur masyarakat dan pemerintahan, maka masyarakat dan pemerintahpun bertanggung jawab dalam merealisasikan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut karena setelah keluarga maka lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi proses pendidikan setiap anak. Pemerintah secara khusus memiliki otoritas dan sekaligus amanah untuk memberikan layanan pendidikan yang dapat dijangkau setiap rakyatnya. Pemerintah memberikan standard minimal layanan pendidikan yang mampu mewujudkan generasi yang berpengetahuan dan memiliki karakter dasar yang pasti sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam hal ini pemerintah sacara khusus sangat berkepentingan akan adanya generasi yang akan melanjutkan estafet pemerintahan. Secara universal diperlukan generasi yang akan mengelola alam raya ini yang ujung – ujungnya adalah untuk kemakmuran manusia di dunia.

Sebagai hak dasar bagi manusia, selama ini pendidikan lebih diarahkan pada 4 pilar dasar yaitu Learning to know, Learning to do, Learning to be, Learning to live together. Bahwa pendidikan diarahkan agar mengetahui segala sesuatu, belajar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari, belajar untuk dapat menjadi “seseorang” dengan baik, belajar agar dapat hidup bersama. Empat pilar ini berangkat dari pemikiran manusia yang tidak dilandasi keyakinan akan adanya sang  Pencipta sampai pada konsekuensi penghambaan kepadaNYa. Sementara dalam Islam “Iqra bismirobbika alladzii kholaq “

Allahu a’lam bi Showab

Leave a Comment