DSC00258Dalam perkembangan hidup, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin melakukannya, ia justru melakukannya. Melakukan kejahatan terhadap orang lain semisal mengambil harta orang lain (mencuri), mengambil nyawa orang lain (membunuh), bahkan mengambil nyawa seluruh anggota keluarganya sendiri bahkan tidak sedikit manusia melakukan kejahatan terhadap diri sendiri semisal minum-minuman keras, obat-obatan terlarang hingga sampai tindakan bunuh diri. Astaghfirullah.

Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini. Dengan jiwa yang tenang, kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah Swt. dan Rosul-Nya. Untuk mencapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak islami, sehingga bukan ketenangan jiwa yang didapat melainkan kegelisahan dalam jiwanya terus bertambah. Al-Qur’an menyebutkan kiat-kiat praktis menenangkan jiwa, yaitu :

Pertama dengan Dzikrullah / Mengingat Allah. Dzikir kepada Allh Swt. merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa, yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah Swt. dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut –Nya dalam berbagai kesempatan. Bila seseorang menyebut nama Allah Swt. ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awuz (mohon perlindungan Allah Swt.), ia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istigfar atau taubat, ia menjadi tenang sebab telah merasa diampuni dosa-dosanya.Ketenteraman hati orang-orang yang beriman serta pembalasan bagi mereka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat (13:28) : ….Orang-orang yang beriman dan hati meraka menjadi tentram dengan mengingat Allah Swt. Ingatlah dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram.  (13:28). Sehingga “ Dzikrullah Tathma’iinul Qulub “ yang artinya :  Berdzikir dapat Menenangkan Hati

Yang kedua adalah Yakin Akan Pertolongan Allah. Dalam hidup sering kali banyak kendala, tantangan, rintangan, dan hambatan yang harus dihadapi. Adanya hal-hal itu sering kali mmembuat manusia menjadi tak tenang yangmana membawa pada perasaan takut dan selalu menghantuinya. Ketidak tenangan seringkali membuat orang yang menjalani kehidupan menjadi putus asa. Oleh karena itu, agar hati tetap tenang dalam berjuang menegakkan agama Allah Swt. dan sebagai pendidik (Guru) serta dalam menjalani kehidupan yang sulit,  seorang muslim harus yakin dengan adanya pertolongan Allah Swt. Selain itu,  dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah Swt. itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang terdahulu, tapi juga untuk orang sekarang dan masa yaaang akan datang. Allah Swt. berfirman yang artinya : “Dan Allah Swt. tidak menjadikan pemberian balabantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi(kemenangan)mu dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hnya dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. ( 3:126, lihat juga QS 8:10).

Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yang diberikan Allah Swt. kepada para Nabi dan generasi sahabat dimasa Rosulullah Saw, maka sekarangpun kita  harus senantiasa yakin akan pertolongan Allah Swt. Seandainya tidak mendapatkannya bukan berarti Allah Swt. berhenti memberi pertolongan kepada hamba-Nya, hanya saja hamba itulah yang terhalang oleh pertolongan Allah Swt.. Perumpamaan sebagaimana hujan turun ke bumi tidak semua kehujanan padahal berada di tempat yang sama yakni sedang turun hujan, mungkin ada yang sedang di jalan, dirumah maupun naik dimobil, ada yang kehujanan ada juga yang tidak kehujanan disebabkan ada penghalangnya atau tidak. Kita harus yakin akan pertolongan Allah Swt. serta berusaha menghilangkan penghalangnya.

Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah Swt. itu seringkali datang apabila seseorang telah mencapai kesulitan yang sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan, maka sudah buntu atau mentok. Dengan keyakinan seperti itu, seseorang muslim tidk akan cemas dalam menghadapi kesulitan karena memang pada hakikatnya pertolongan Allah Swt. itu dekat.Allah berfirman yang artinya : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu, Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rosul dan orang-orang yang beriman ; ‘bilakah datangnya pertolongan allah Swt. ?’ “ ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah Swt. itu sangat dekat’. ( QS. 2:214).

Dan Yang ketiga adalah Memperhatikan Bukti Kekuasaan AllahKecemasan dan ketidaktenagan jiwa disebabkan karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, akibatnya ketika pada kenyataannya  dia merasakan kelemahan pada dirinya, dia merasa takut dan tidak tenang, tetapi jika dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah Swt. dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram, hal ini karena ia sadari bahwa betapa besarnya  kekuasaan Allah Swt. yang tidak perlu cemas, tetapi perlu dikagummi. Allah Swt. berfirman : Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata : ya Tuhanku perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah Swt. berfirman : “Belum yakinkah kamu?. Ibrahim menjawab : ‘Aku telah meyakinkan, akan tetapi agar hatimu tenang (tetap mantap dengan imanku)’. Allah Swt. berfirman : (kalau begitu) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah, kemudian letakkan diatas tiap-tiap satu bagian dari bagian burung itu diatas bukit, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian yang keempat adalah Bersyukur. Allah Swt. memberi kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang banyak. Kenikmatan itu harus kita syukuri karena dengan bersyukur kepada Allah Swt. akan membuat hati menjasi tenang, sebab dengan bersyukur, kenikmatan akan bertambah banyak, baik banyak dari segi jumlahnya ataupun minimal terasa banyaknya. Akan tetapi , jika tidak bersyukur, kenikmatan yang Allah Swt. berikan kepada kita, kita anggap sebagai sesuatu yang tidak ada artinya, meskipun jumlahnya banyak, kita merasakannya sedikit.Apabila manusia tidak bersyukur, maka Allah Swt. memberikan azab yang membuat mereka menjadi tidak tenang / gelisa hatinya, Allah Swt berfirman yang artinya ; “Dan Allah Swt. telah membuat satu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram rizqinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah Swt. karena itu Allah Swt. merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan oleh apa yang selalu mereka perbuat” (QS. 16:112).

Dan yang kelima adalah Tilawah, Tasmi’ dan Tadabbur Al-Qur’an. Al Qur’an adalah kitab sebaik-baik perkataan, diturunkan pada bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Orang yang membaca (tilawah), mendengar bacaan (tasmi’) dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Qur’an niscaya menjadi tenang hatinya, manakala ia benar-benar beriman kepada Allah Swt. Tadabbur adalah bertafakkur (berfikir) dan merenungi ayat-ayat Al Qur’an dengan tujuan memahami, mengetahui maknanya, hikmah-hikmahnya dan maksud-maksudnya. (3ha)

Leave a Comment