prestasi-2Kewajiban utama orang tua pada anaknya adalah mendidik. Terkait wasail cukup banyak bentuknya baik formal maupun non formal, serta metode pembelajaran yang beragam. Untuk mendidik ini pasti membutuhkan seorang guru yang bisa membimbing anak menjadi generasi yang cerdas dan berakhlaq. Di dalam keluarga, kedua orang tua-lah yang menjadi guru. Sedangkan di sekolah, guru merupakan orang tua bagi anak didiknya. Tidak gampang menemukan guru yang cerdas sekaligus mampu menjadi orang tua yang mengayomi.

Memilih sekolah yang terbaik bagi anak itu berarti memilihkan guru yang bermutu bagi anaknya. Di sekolah, guru tidak sebatas pengampu mata pelajaran tapi seluruh pegawai adalah guru. Karena tingkah laku mereka akan menjadi cerminan bagi warga sekolah. Guru yang bermutu, minimal memiliki dua kompetensi. Pertama kompeten dalam mengajar yang dibuktikan pada penguasaan konsep dan menyajikan pembelajaran secara menarik. Kedua, kompetensi sikap yang ditunjukkan oleh keteladanan akhlak baik bertutur kata maupun tingkah laku. Kedua kompetensi ini mutlak harus dimiliki oleh seorang guru. Jika tidak, meminjam istilah Ir. Abdul Kadir Baraja (YLPI Al Hikmah)- lebih baik tidak usah jadi guru.

Dalam kehidupan, guru yang baik itu harus mampu mengelola urusan rumah tangganya : Istri dan anaknya. Sebagai pemimpin rumah tangga, dia menjalankan konsep Allah, qu anfusakum wa ahliikum naar.  Bukan sebaliknya rumah yang senantiasa diwarnai konflik, rumahku nerakaku. naudzu billah.Bagaimana mungkin dia mendidik anak orang lain jika anaknya atau istrinya sendiri bermasalah  ?. Bayangkan jika problem  dari rumah dibawah ke sekolah dan masuk ke ruang-ruang kelas. Saya yakin proses pembelajaran bakal terganggu, karena ilmu bagaikan cahaya (al ilmu nuurun). Dari rumah itulah, guru  senantiasa memancarkan nur. Kumpulan guru tersebut akan menjadikan sekolah dan siswanya bercahaya.

Secara lahiriyah, sekolah bisa dilihat dari gedung dan sistem administrasi. Bangunan gedung dan fasilitas inilah yang menjadi sarana pendukung untuk memberikan kenyamanan belajar. Sedangkan sistem administrasi yang berupa kelengkapan dokumen dan tempelan affirmasi lebih menunjukkan manajemen sekolah. Betapa megahnya gedung serta administrasi yang rapi itu tidak bermakna tanpa kehadiran guru – yang menjadi ruh sekolah. Dialah yang menghidupi sekaligus dihidupi sekolah.

Tugas manajemen sekolah adalah mengadakan seleksi dan mengembangkan mutu guru secara optimal serta memperhatikan kesejahteraan. Mencari guru yang berkualitas sungguh tidaklah mudah. Kebanyakan anak SMA  yang cerdas secara akademik lebih memilih kuliah pada jalur non-keguruan. Dari kenyataan tersebut, seleksi yang utama terhadap guru adalah komitmen. Terkait penerapan strategi pembelajaran, guru harus mampu menjadi pembelajar mandiri. InsyaAllah, jika guru tersebut berkomitmen dan memiliki semangat belajar yang tinggi, niscaya Allah akan memberikan kemudahan baik tugas maupun rezeki

Mutu guru yang seharusnya dikembangkan meliputi profesional, pedagogik, kepribadian dan personal. Adapun bentuknya disesuaikan dengan arah dan tujuan sekolah. Di SMPIT Al Uswah Surabaya, kegiatan yang menunjang mutu guru  terdiri dari empat. Pertama, pembinaan dan pelatihan secara rutin baik Keislaman (halaqoh) maupun teknik pembelajaran. Kedua, pengawalan amal ibadah yang mendukung terbentuknya karakter Islam. Setiap pegawai melaporkan setiap minggu ibadah standar.  Ketiga, Hafalan  Al Quran yang setiap tahunnya diadakan 2 kali sertifikasi. Tahfidz ini tidak hanya berlaku pada guru Al Quran, tapi semua pegawai. Karena tahfidz ini sudah menjadi program andalan bagi anak didik Al Uswah. Keempat, mendorong guru untuk berkarya : PTK, Resensi buku, menulis artikel, dan dokumentasi pembelajaran.

Semoga orang tua mampu memilihkan guru yang terbaik bagi putra-putrinya. Saya memohon kepada Allah agar senantiasa menjadikan keluarga besar SMPIT Al Uswah, min azwajina wa min dzurriyatina menjadi muttaqina imama. amiin (Anjaya)

Leave a Comment